Showing posts with label Agama. Show all posts
Showing posts with label Agama. Show all posts

Tuesday, March 3, 2015

Macam-macam Puasa Sunnah dan Niatnya

Assalamualaikum agan sista sekalian, selamat datang di postingan saya kali ini, dan saya akan membahas tentang macam-macam puasa sunnah nih gan, mungkin dari agan sista sekalian udah ada yang sering ngelakuin ny, mungkin juga ada yg sebagian ngejalanin ny, mungkin juga ada bolong2 ngejalanin ny kaya saya :v ok dari pada nanti jadi banyak ngeyel, mendingan kita bahas aja satu persatu macam-macam puasa sunnah tersebut, yuk cekidot gan !

1. Puasa Senin-Kamis
Pasti agan sista sekalian udah tau kan puasa ini ? dan mungkin ini puasa yang paling sering kita lakuin. Kenapa kita sunnah berpuasa di senin kamis ? setau saya jawaban ny karena tiap hari-hari itu amal kita dicatat gan, sesuai sabda Rasullulah : "Amal perbuatan itu diperiksa tiap hari Senin dan Kamis, maka saya suka diperiksa amalku sedang saya puasa." (Tirmidzy)

Untuk niat puasa ny itu bisa dibaca seperti dibawah ini gan, silahkan :

نويت صوم يوم الاثنين سنة لله تعالى

NAWAITU SAUMA YAUMAL ITSNAII SUNNATAN LILLAHI TANA’ALA
Arti ny : “ Saya niat puasa hari Senin, sunnah karena Allah ta’ala.”

2. Puasa Arafah
Puasa ini dilaksanakan pada  tanggal 9 Dzulhijjah dan bagi yang tidak melaksanakan Haji. Ingat juga gan, puasa ditetapkan pada tanggal 9 ny, jgn sampe pas tanggal 10 ny, soal ny itu pas hari kurban dimana itu DIHARAMKAN untuk melakukan saum/puasa.

Untuk niat puasa ny bisa dibaca seperti dibawah ini gan, silahkan :

نويت صوم عرفة سنة لله تعالى
NAWAITU SAUMA ARAFAH SUNNATAN LILLAHI TA’ALAH
Arti ny: "Saya niat puasa Arafah , sunnah karena Allah ta’ala."
3. Puasa Muharram
Seperti nama ny, puasa ini dilaksanakan di bulan Muharram gan, kata ny ini bulan paling ok setelah bulan Ramadhan. Puasa ini dilakukan pada tanggal 9, 10 dan 11 Muharram.

4. Puasa Tasu'a dan Puasa Asyura
Ini adalah puasa yang utama di bulan Muharram gan, tasu'a pada tanggal 9 Muharram dan Asyura pada tanggal 10 Muharram. Ini puasa memiliki keutamaan yaitu menghapus dosa-dosa di setahun terakhir.

Untuk niat puasa Tasa'u bisa dibaca seperti dibawah ini gan, silahkan :

نَوَيْتُ صَوْم تَاسُعَاء سُنَّة لله تَعَالى

NAWAITU SAUMA TASU'A SUNNATALILLAHI TA'ALA
Arti ny : "Saya niat puasa hari Tasu'a, sunnah karena Allah ta'ala."
Untuk niat puasa Asyura bisa dibaca seperti dibawah ini gan, silahkan :
نويت صوم عشر سنة لله تعالى
NAWAITU SAUMA 'ASYURA LILLAHI TA'ALA
Arti ny : "Saya niat puasa hari ’Asyura , sunnah karena Allah ta’ala."
5. Puasa Bulan Sya'ban
Pelaksanaan ny sama kaya bulan Ramadhan gan, maksud ny sebulan full gitu. Puasa sya'ban ini juga kurang akrab di masyarakat kita, walaupun begitu, bukan berarti kita harus ikutan 'lupa' juga, semoga yang udah baca ini juga TS bisa menjadi motivasi mengerjakan puasa sunnah ini.

Untuk niat puasa ny bisa dibaca seperti dibawah ini gan, silahkan :
نويت صوم شهر شعبان سنة لله تعالى

NAWAITU SAUMA SYAHRI SYAHBAN LILLAHI TA’ALA
Arti ny : " Saya niat puasa bulan sya’ban , sunnah karena Allah ta’ala."
6.  Puasa 3 Hari di Tiap Bulan
Puasa ini dilakukan pada pertengah tiap tiap bulan gan, yang bertepatan pada tanggal 13, 14 dan 15. Untuk niat ny saya kurang hafal, cuma yang saya ingat waktu kecil adalah niat dalam hati saja sudah cukup untuk melaksanakan puasa ini, mungkin agan sista sekalian ada yang mau menambahkan :D

7. Puasa 6 Hari Pada Bulan Syawal
Puasa ini dilakukan boleh secara berurutan seperti tanggal 2,3,4,5,6 dan 7, boleh juga di acak gan, jadi terserah enak ny agan aja, yg penting niat dan pelaksanaan ny baik :)

Untuk niat puasa ny bisa dibaca seperti dibawah ini gan, silahkan :
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ ِستَةٍ ِمنْ شَوَالٍ سُنَةً ِللَه تَعَالَي
NAWAITU SHAUMA GHADIN ‘AN SITTATIN MIN SYAWWAALIN LILLAAHI TA’AALAA.
Arti ny : "Saya niat berpuasa sunnah enam hari bulan Syawal karena Allah."
8. Puasa Nabi Daud as
Ini adalah puasa yang dikerjakan dengan cara sehari puasa, kemudian sehari ny tidak puasa. Dianjurkan jika melakukan puasa ini tidak mengingat pada puasa sunnah lain ny, misal ny kita tidak berpuasa daud di saat ada puasa arafah, nah kita jgn terganggun sama puasa arafah jika sudah niat dan melaksanakan puasa daud, karena ini hanya akan mengganggu ke Khusuan dalam berpuasa ny.

Untuk niat puasa ny bisa dibaca seperti dibawah ini gan, silahkan :

NAWAITU SAUMA DAWUD SUNNATAN LILLAHI TA'ALA
Arti ny : "Saya niat puasa Daud, sunnah karena Allah ta'ala"

Ya mungkin ini adalah beberapa puasa sunnah yang saya tau gan, maaf kalo ada kekurangan ny dan tolong dimaafkan, kalo ada yang salah saya minta saran dan koreksi ny, senang bisa berbagi, jangan lupa komen dan share ny, Semoga bermanfaat :)

Thursday, October 16, 2014

Mengenali Calon Pasangan Hidup

Assalamualaikum Wr. Wb. agan sista sekalian, alhamdulillah masih bisa posting dan corat coret di blog ini :D Pada postingan saya kali ini mau ngebahas gimana sih cara mengenal pasangan hidup sebelum menikah tanpa menambah terlalu banyak dosa ? ya mungkin dari tulisan saya ini ada sebagian yang setuju, sebagian tidak, sebagian lagi tidak menghiraukan :D


oke kita langsung aja bahas ke inti ny.
Sebener ny gimana sih cara mengenal calon pasangan hidup kita sebelum menikah ? Pacaran kah ? Jawaban ini adalah umum bagi anak muda zaman sekarang, udah rahasia umum anak yang beragama islam pun melakukan pacaran, padahal di Islam sendiri ini diharamkan loh, bukan sekali dua kali, banyak ayat dan hadits yang menyatakan ny. Simak aja beberapa dalil maupun firman Allah swt dibawah ini
وَلاَ تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلاً
“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan seburuk-buruk jalan”. (Al Isra’ [17] : 32)


 لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ

“Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, amat berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin”. (At Taubah [9] : 128).



أَلاَ لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ لاَ تَحِلُّ لَهُ ، فَإِنَّ ثَالِثَهُمَا الشَّيْطَانُ ، إِلاَّ مَحْرَمٍ

“Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita yang tidak halal baginya karena sesungguhnya syaithan adalah orang ketiga di antara mereka berdua kecuali apabila bersama mahromnya. (HR. Ahmad no. 15734. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan hadits ini shohih dilihat dari jalur lain)


يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Ahzab: 59)


كُتِبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ نَصِيبُهُ مِنَ الزِّنَى مُدْرِكٌ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ فَالْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظَرُ وَالأُذُنَانِ زِنَاهُمَا الاِسْتِمَاعُ وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلاَمُ وَالْيَدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ وَالرِّجْلُ زِنَاهَا الْخُطَا وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ وَيُكَذِّبُهُ

“Setiap anak Adam telah ditakdirkan bagian untuk berzina dan ini suatu yang pasti terjadi, tidak bisa tidak. Zina kedua mata adalah dengan melihat. Zina kedua telinga dengan mendengar. Zina lisan adalah dengan berbicara. Zina tangan adalah dengan meraba (menyentuh). Zina kaki adalah dengan melangkah. Zina hati adalah dengan menginginkan dan berangan-angan. Lalu kemaluanlah yang nanti akan membenarkan atau mengingkari yang demikian.” (HR. Muslim no. 6925) 

Dan sebenar ny masih banyak lagi hadits dan firman yang melarang kita untuk pacaran. Ini cuma sebagian kecil referensi yang saya rangkum tentang dilarang ny pacaran loh gan, bayangin berapa lama saya ng rangkum ny kalo semua ny saya tulis di sini (bukan rangkuman) :3

Tapi adakah agan sista sekalian yang mencermati alasan dilarang ny pacaran ? kalo kita baca-baca alasan dan penjelasan, hampir semua ny sama, yaitu "UNTUK MENJAUHI ZINA".  Emang zina apa aja sih yang ada di pacaran itu ? banyak banget gan, mulai dari zina penglihatan, zina pendengaran, zina perasaan, zina pikiran, dan sebagainya gan seperti yang udah di jelasin di atas. Jadi gimana dong cara kita mengenali pasangan kita sebelum menikah ? Jawaban yang tepat adala Ta'aruf. Apa itu ta'aruf ? gimana cara melakukan ny ? oke kita bahas satu-satu gan. Taa'aruf itu semacam kegiatan silahturahmi yang mempertemukan antara 2 org berbeda jenis dengan tujuan berkenalan satu sama lain. Cara melakukan ny pun sederhana, pria dateng ke rumah si wanita biasa ny dengan wali sambil menanyai yang berhubungan dengan kepentingan masing-masing, jadi ngga cuma bermesraan berduaan, sampe dapat kesimpulan antara cocok atau tidak, kalo cocok ya pasti langsung nikah :D Dan biasa ny jarak antara ta'aruf dengan menikah tidak jauh gan. Ini bisa jadi kelebihan tapi bisa jadi kekurangan juga, kelebihan ny kita cepat2 menghalalkan apa yg tadinya haram, kekurangan ny kita belum benar2 tau sama lain.

Oh iya saya juga punya cerita, jadi gini, saya punya 2 teman (sekitar 5 tahun lebih tua dari saya) dari pesantren, mereka sudah menikah dengan jalan ta'aruf, tapi cerita kurang mengenakan saya dengar dari mereka. Yang satu hubungan ny hanya bertahan selama 2 tahun, satu ny lagi bahkan cuma 7 bulanan. Loh ko bisa ? gimana cerita ny ? Oke jadi gini cerita ny, panggil aja mereka si A dan si B. si A awal ny emang senang (ya iya lah) dengan pernikahan itu, tapi karna waktu kenalan dengan akhwat ny itu singkat, sehingga tidak terlalu kenal dengan sifat sebenar ny satu sama lain, dalam beberapa waktu terahir, mereka merasa kurang cocok, sehingga berakhir lah hubungan antara mereka berdua walau awal ny dipaksakan untuk cocok :3 . Lain kisah dengan si B, dia cuma bertahan 7 bulan, alasan ny cukup mungkin cukup membuat kita terkejut, sang akhwat ternyata terpaksa melakukan pernikahan lewat ta'aruf itu karena tidak ingin mengecewakan keluarga ny yg kental dengan agama ny. Ya apa mau di kata, nama ny terpaksa, sering ny sih gagal (walau ada sebagian yang berhasil). Ini jadi pembelajaran juga bagi kita untuk lebih serius dalam mencari pasangan yang cocok. Tapi maaf juga, bukan maksud untuk menjelekan tentang ta'aruf, tapi ZAMAN MEMANG SUDAH BERUBAH, sulit memang tapi bukan berarti ga bisa dilakuin kan ? Mungkin pintar-pintar kita saja dalam mencari jodoh yang benar-benar jodoh :D

Jadi gimana dong cara mengenal dan mendapatkan pasangan yg cocok dengan kita ? Jadi gini, sebelum ny saya minta maaf juga kalo mungkin ini menyimpang, ini hanya sudut pandang saya aja untuk kali ini, mungkin bisa berubah sewaktu-waktu dengan masukan dan ilmu yg lebih tinggi.

Saya pribadi lebih suka melakukan pendekatan dengan cara seperti pacaran, tapi bukan pacaran. 
Ask : Loh gimana maksud ny ? 
Ans : Ya jadi kita tentukan siapa yang ingin kita jadikan pasangan hidup, lalu kita dekati, tapi ingat, tujuan ny bukan untuk pacaran seperti pada umum ny, cuma sekedar mengenal lebih dalam dari jauh-jauh hari untuk menghindari ketidakcocokan. Karna yang membuat haram pacaran adalah mendekati zina, jadi sebaiknya kita melakukan yang sebalik ny, jadi selama pendekatan (pacaran ala saya) ini, kita hanya berbagi tentang kehidupan satu sama lain lebih mendalam tanpa bermesraan, bergandeng tangan, berduaan dan yang paling penting terlihat sopan untuk menghindari pikiran kotor kita. Bukan menuduh otak mesum, hanya saja pada umum ny manusia jaman sekarang sering terperangkap dengan nafsu ny. 

Ask : Lah kalo gitu sama kaya temenan biasa aja dong ? 
Ans : Mmm, ya emg bisa di bilang begitu, tapi yang membedakan adalah kita berkomitmen menjaga perasaan satu sama lain, jadi walau terlihat tidak seperti pacaran pada umum ny, kita tetap memiliki ikatan perasaan satu sama lain dan kesetiaan, hanya saja cara yg ingin saya coba adalah dengan pengendalian nafsu yang mendekatkan dengan zina juga membuat haram pacaran. 

Ask : Emang cara seperti ini tidak dosa ? 
Ans : Ya sebenar ny tetap ada dosa, seperti yang ada pada salah satu hadits yg menyatakan kalo laki-laki dan perempuan dilarang berduaan kecuali dengan muhrim ny, tapi setidak ny kita sudah meminimalisir pendekatan zina nafsu dan meminimalisir ketidakcocokan yang kita ketahui setelah menikah. Lagi pula, zaman sekarang emang udah sulit untuk tidak melakukan zina mata, lihatlah di kota-kota, banyak wanita yang menebarkan aurat ny tanpa rasa bersalah, lelaki pun terkena imbas ny.

Ask : Emang ada yang mau dengan cara TS ?
Ans : Kalo niat ny untuk serius, saya kira cara yang akan saya gunakan cukup masuk akal untuk menjalani kehidupan dewasa ini, lagi pula ini menguntungkan satu sama lain. Lihat saja, cara ini seperti PDKT sampai menikah, seperti yang kita ketahui PDKT adalah masa paling indah dalam hubungan, dan kebanyakan wanita lah yg menyukai hal ini. Juga menguntungkan bagi lelaki karena bisa menjaga tindakan2 yang menyangkut tentang nafsu ny, ini bisa menjadi pagar nafsu lelaki. Jangan lupa juga para wanita ini adalah anak yang telah di besarkan oleh orang tua ny, jadi ketika kita ingin 'mengambil' si dia, kita harus minta izin terlebih dahulu.

Ask : Jadi gimana cara tebaik menenal calon pasangan menurut TS ?
Ans : Saya rasa, kita harus tetap mengenal calon lebih jauh. Untuk saat ini, cara ini lah yang akan saya sebut pacaran.

Sekali lagi maaf kalo cara saya menyimpang dari ajaran, tapi saya hanya ingin berusaha untuk tidak gagal ketika sudah melakukan pernikahan karena berbagai hal. Mungkin hanya itu yang bisa saya sampaikan pada postingan kali ini, sekali lagi maaf jika ada salah-salah kata, saya dan kita semua hanya sedang belajar di dunia ini, tidak ada yg mengetahui segala kebenaran kecuali Allah swt. Jangan lupa komen dan share ya, Semoga bermanfaat :)

Monday, July 16, 2012

Perbedaan Nabi Isa a.s dan Yesus

Antara keberanian dan ketakutan, aku ingin menuliskan tema. Tidak bermaksud untuk menumbuhkan pertentangan, tetapi sebuah proses pembelajaran. Ada kemungkinan salah, naum bisa juga benar. Latar belakangnya masih sama dengan tulisan terdahuluku. Adalah A yang diceritakan B oleh satu orang, sementara yang lain menceritakan C. Apakah A yang diceritakan oleh B adalah sama dengan yang di ceritakan oleh C?
Sebutlah Isa atau Yesus. Mereka ini satu atau malah 2 tokoh yang berbeda? Untuk menjawab pertanyaan ini ada dua kemungkinan: dengan mendekati menurut sudut pandang murni teologis dan dengan mendekati menurut sudut pandang Kitab Suci yang menceritakannya. Aku memilih cara yang kedua saja, yaitu mendekati Isa atau Yesus menurut teks yang mengisahkan mereka.
1. Seputar kelahiran Isa dan Yesus
Kedua Kitab Suci menunjuk fakta bahwa Isa dan Yesus lahir dari kuasa Allah. Namun ada perbedaan pada kisahnya. Isa lahir dari Maryam, saudari Harun. Sedangkan Yesus lahir dari Maria, silsilah keturunan Daud. Jika merunut dalam konteks sejarah, maka Maryam dan Maria jelas tokoh yang berbeda masa.
Isa dikisahkan dilahirkan oleh Maryam di bawah pohon kurma [tanpa ada suami?]. Sedangkan Yesus dilahirkan oleh Maria di kandang dengan ditunggui Yusuf suaminya. Dari kisah ini pun jelas terdapat sebuah perbedaan yang mencolok di antara Isa dan Yesus.
2. Seputar ajaran Isa dan Yesus
Ada satu hal yang pernah saya tahu bahwa Isa ditanya oleh Allah, “Hai Isa putera Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: “Jadikanlah Aku dan ibuku dua orang Tuhan selain Allah?” Kurang lebihnya, kisah ini sering menjadi titik perdebatan: orang kristen menyembah tiga Allah: Bapa, Maria, dan Yesus Kristus. Padahal Yesus memerintahkan para murid untuk membabtis dalam nama Bapa, Anak [Yesus Kristus], dan Roh. Nah dari satu kisah ini, jelas terdapat perbedaan yang cukup mencolok antara Isa dan Yesus.
3. Seputar kematian Isa dan Yesus
Isa dikisahkan dalam 2 versi. Versi pertama dikisahkan bahwa isa memiliki kesucian, kesejahteraan pada waktu dilahirkan, mati, dan dibangkitkan. Versi kedua Isa tidak mati. Yang disalibkan adalah orang yang diserupakan dengan dia. Sementara Yesus adalah tokoh yang mengalami penderitaan, disalibkan, wafat, dan bangkit. Sekali lagi, dari data Kitab Suci aku menjumpai data yang berbeda.
Menurut data dari Kitab Suci, Isa dan Yesus dikisahkan secara berbeda. Nah, kalau berbeda? Tentu di sana-sini ada persamaannya. Namun mengingat kisah yang berbeda menurut ruang dan waktu, aku merasa bahwa kedua tokoh ini adalah BERBEDA. ISA dalam Qu’ran berbeda dengan YESUS dalam Alkitab.
Nah, jika berbeda mengapa harus ada pertentangan. Membiarkan perbedaan itu dan menghargainya adalah tindakan yang elegan. Kalau tetap ngotot untuk mempersoalkan bawa keduanya adalah tokoh yang sama, mengapa ada perbedaan? Pasti ujung-ujungnya adalah klaim siapa yang benar dan siapa yang salah. Siapa yang jujur dan siapa yang telah berbohong. Mana yang asli dan mana yang telah dimanipulasi. Kalau sudah ke arah pertanyaan ini, rasaku kok tidak akan pernah berhenti, apalagi jika diskusinya sudah menggunakan isi kebun binatang.. fiewh…. Makin kacau lagi. Mengapa kacau, karena persoalannya adalah soal klaim: aku benar dan kamu salah. Tetapi jika berangkat dari keyakinan bahwa mereka itu adalah sosok yang berbeda, tidak perlu ada klaim-klaim. Masing-masing dapat berjalan beriringan tanpa perlu bersenggolan dan gontok-gontokan.
Atau Anda punya pendapat yang berbeda? Silahkan memberikan tanggapan dan mengkritisi gagasanku ini. Moga-moga aku bisa mempertahankan gagasanku ini dengan lebih santun dan tidak provokatif.

Membaca Zodiak dan Hukumnya Bagi Para Kaum Muslim

Ramalan Bintang Termasuk Ilmu Nujum/Perbintangan
Zodiak adalah tanda bintang seseorang yang didasarkan pada posisi matahari terhadap rasi bintang ketika orang tersebut dilahirkan. Zodiak yang dikenal sebagai lambang astrologi terdiri dari 12 rasi bintang (Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, Virgo, Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius dan Pisces). Zodiak ini biasa digunakan sebagai ramalan nasib seseorang, yaitu suatu ramalan yang didasarkan pada kedudukan benda-benda tata surya di dalam zodiak (disarikan dari website Wikipedia). Dalam islam, zodiak termasuk ke dalam ilmu nujum/Perbintangan.
Ramalan Bintang Adalah Sihir
Rasulullah Shallahu alaihi wa sallam bersabda: “Siapa yang mempelajari ilmu nujum berarti ia telah mempelajari cabang dari ilmu sihir, apabila bertambah ilmu nujumnya maka bertambah pulalah ilmu sihirnya.” (HR Ahmad dengan sanad hasan). Hadits ini dengan jelas dan tegas menyatakan bahwa ilmu nujum (yang termasuk dalam hal ini adalah ramalan bintang) merupakan bagian dari sihir. Bahkan Rasulullah menyatakan bahwa apabila ilmu nujumnya itu bertambah, maka hal ini berarti bertambah pula ilmu sihir yang dipelajari orang tersebut. Sedangkan hukum sihir itu sendiri adalah haram dan termasuk kekafiran, sebagaimana Allah berfirman yang artinya: “Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan-syaitan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), Padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya syaitan-syaitan lah yang kafir (mengerjakan sihir).” (Qs. Al Baqarah: 102)
Ramalan Bintang = Mengetahui Hal yang Gaib
Seseorang yang mempercayai ramalan bintang, secara langsung maupun tidak langsung menyatakan bahwa ada zat selain Allah yang mengetahui perkara gaib. Padahal Allah telah menegaskan dalam Al-Qur’an bahwa tidak ada yang mengetahui perkara yang gaib kecuali Dia. Allah berfirman yang artinya: “Katakanlah: Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah.” (Qs. An Naml: 65). Dalam ayat lain, Allah menegaskan bahwa tidak ada seorangpun yang dapat mengetahui apa yang akan terjadi besok, sebagaimana firmanNya yang artinya “Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang hari Kiamat; dan Dia-lah yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana Dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.” (Qs. Luqman: 34). Klaim bahwa ada yang mengetahui ilmu gaib selain Allah adalah kekafiran yang mengeluarkan dari islam.
Ramalan Bintang = Ramalan Dukun
Setiap orang yang menyatakan bahwa ia mengetahui hal yang gaib, maka pada hakikatnya ia adalah dukun. Baik dia itu tukang ramal, paranormal, ahli nujum dan lain-lain. (Mutiara Faidah Kitab Tauhid, Ust Abu Isa Hafizhohullah) Oleh karena itu, ramalan yang didapatkan melalui zodiak sama saja dengan ramalan dukun. Hukum membaca ramalan bintang disamakan dengan hukum mendatangi dukun. (Kesimpulan dari penjelasan Syeikh Shalih bin Abdul Aziz Alu syaikh dalam kitab At-Tamhid).
Hukum Membaca Ramalan Bintang
Orang yang membaca ramalan bintang/zodiak baik itu di majalah, koran, website, melihat di TV ataupun mendengarnya di radio memiliki rincian hukum seperti hukum orang yang mendatangi dukun, yaitu sebagai berikut:
Jika ia membaca zodiak, meskipun ia tidak membenarkan ramalan tersebut. maka hukumnya adalah haram, sholatnya tidak diterima selama 40 hari. Dalilnya adalah“Barangsiapa yang mendatangi peramal, lalu menanyakan kepadanya tentang sesuatu, maka tidak diterima shalatnya selama 40 hari.” (HR. Muslim)
Jika ia membaca zodiak kemudian membenarkan ramalan zodiak tersebut, maka ia telah kufur terhadap ajaran Muhammad Shallahu alaihi wasallam. Rasulullah bersabda “Barang siapa yang mendatangi tukang ramal atau dukun, lalu mempercayai apa yang diucapkannya, maka ia telah kufur dengan wahyu yang diturunkan kepada Muhammad Shallahu alaihi wasallam.” (Hadits sahih Riwayat Imam Ahmad dan Hakim).
Jika ia membaca zodiak dengan tujuan untuk dibantah, dijelaskan dan diingkari tentang kesyirikannya, maka hukumnya terkadang dituntut bahkan wajib. (disarikan dari kitabTamhid karya Syeikh Shalih bin Abdul Aziz Alu syaikh dan Qaulul Mufid karya Syeikh Utsaimin dengan sedikit perubahan).
Shio, Fengshui, dan Kartu Tarot
Di zaman modern sekarang ini tidak hanya zodiak yang digunakan sebagai sarana untuk meramal nasib. Seiring dengan berkembangnya zaman, ramalan-ramalan nasib dalam bentuk lain yang berasal dari luar pun mulai masuk ke dalam Indonesia. Di antara ramalan-ramalan modern impor lainnya yang berkembang dan marak di Indonesia adalah Shio, Fengshui (keduanya berasal dari Cina) dan kartu Tarot (yang berasal dari Italia dan masih sangat populer di Eropa). Kesemua hal ini hukumnya sama dengan ramalan zodiak.
Nasib Baik dan Nasib Buruk
Ukhti muslimah yang semoga dicintai oleh Allah, jika ukhti renungkan, maka sesungguhnya orang-orang yang mencari tahu ramalan nasib mereka, tidak lain dan tidak bukan dikarenakan mereka menginginkan nasib yang baik dan terhindar dari nasib yang buruk. Akan tetapi, satu hal yang perlu kita cam dan yakinkan di dalam hati-hati kita, bahwa segala hal yang baik dan buruk telah Allah takdirkan 50 ribu tahun sebelum Allah menciptakan langit dan bumi, sebagaimana Nabi bersabda “Allah telah menuliskan takdir seluruh makhluk 50 ribu tahun sebelum menciptakan langit dan bumi.” (HR. Muslim). Hanya Allah yang tahu nasib kita. Yang dapat kita lakukan adalah berusaha sebaik mungkin untuk mendapatkan hal yang baik dan terhindar dari hal yang buruk, selebihnya kita serahkan semua hanya kepada Allah. Allah berfirman yang artinya “Barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.” (Qs. Ath Thalaq: 3). Terakhir, ingatlah, bahwa semua yang Allah tentukan bagi kita adalah baik meskipun di mata kita hal tersebut adalah buruk. Allah berfirman yang artinya “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (Qs. Al-Baqarah: 216). Berbaik sangkalah kepada Allah bahwa apabila kita mendapatkan suatu hal yang buruk, maka pasti ada kebaikan dan hikmah di balik itu semua. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih dan Maha Adil terhadap hamba-hambaNya.